TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
MANAJEMEN PEMBELAJARAN





Oleh :
Yelvi Gusli Dwi Putri
1620196
7.5 PGSD



Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari, M.Pd






SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019



Manajemen Pembelajaran

1. Konsep Manajemen Pembelajaran
      Proses pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang bersifat sistematik, maksudnya masing-masing komponen memiliki peranan sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait.
Masing-masing komponen dalam proses pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar masing-masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini akan terwujud, jika guru sebagai desainer pembelajaran memiliki kompetensi manajemen pembelajaran.
  Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto mengungkapkan bahwa manajemenadalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.
   Manajemen juga diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.
 Jadi, manajemen merupakan serangkaian proses yang dilaksanakan dalam sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan diharapkan.
   Menurut Gagne sebagaimana yang dikemukakan oleh Margaret E. Bell Gredler bahwa istilah pembelajaran dapat diartikan sebagai “ seperangkat acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar yang sifatnya internal “.    Pengertian ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang sengaja direncanakan dan dirancang sedemikian rupa dalam rangka memberikan bantuan bagi terjadinya proses belajar.
   Setelah mengetahui masing-masing pengertian dari manajemen dan pembelajaran, selanjutnya manajemen pembelajaran artinya yaitu suatu usaha untuk mengelola sumber daya yang digunakan dalam pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. 
  Manajemen pembelajaran juga merupakan suatu usaha dan kegiatan yang meliputi pengaturan seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan organisasi atau sekolah.
    Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran adalah proses pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan penilaian dalamrangka mencapai tujuan pendidikan. 
    Manajemen pembelajaran memiliki arti penting dalam sebuah proses pendidikan., dimana dengan adanya manajemen dalam sebuah proses pembelajaran diharapkan tujuan pembelajaran akan terpenuhi, sehingga langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan hingga evaluasi mampu mewujudkan pencapaian tujuan pembelajaran pada umumnya dan efektivitas belajar bagi peserta didik pada khususnya. Karena dengan manajemen pembelajaran yang baik tentunya juga akan berdampak pada kegiatan pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal.

2. Tujuan Manajemen pembelajaran
         Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.
      Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
   Tujuan pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Nanang Fattah berpendapat bahwa:
    Tujuan ini tidak tunggal bahkan jamak atau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusanya, keuntungan/profit yang tinggi, pemenuhan kesempatan kerja membangun daera/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuan-tujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi, seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman.

  Secara rinci tujuan manajemen pendidikan antara lain:
1. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
2. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dannegara.
3. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
4. Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
5. Teratasinya masalah mutu pendidikan.

C. Kebijakan Tentang Manajemen Pembelajaran
1.  Perencanaan Kebijakan
     Perencanaan merupakan usaha yang dilakukan kepala sekolah untukmengembangkan strategi yang akan dilaksanakan untuk mengubah kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
a. Peningkatan kualitas guru
b. Kegiatan belajar mengajar.
c. Siswa sebagai pusat.

2. Pengambilan Keputusan
       Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatifuntuk menetapkan suatu tindakan dalam mencapai tujaun yang diinginkan. Keputusan yang diambil bersifat terstruktur dan tidak terstruktur. Keputusan yang terstruktur dapat diambil seperti informasi, data, dan fakta secara lengkap untuk memecahkan masalah sesuai prosedur. Sedangkan keputusan yang tidak terstruktur merupan keputusan yang diambil seperti data dan informasi yang tidak tersedia untuk pengambilan keputusan.

3. Kebijakan Sekolah
         Membangun komunitas belajar yang produktif dan memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan bermakna adalah tujuan utama pengajaran. Sebaliknya guru – guru yang efektif menerapkan berbagai sebuah aspek permanen kelasnya yang kebutuhan psikologis siswam- siswanya terpenuhi bahwa mereka menemukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna serta mereka yakin akan berhasil.

D. PERAN GURU DALAM  MANAJEMEN KELAS
        Peranan guru sangat penting dalam pendidikan. Baik buruknya suatu pendidikan dipengaruhi   oleh bagaimana seorang guru dapat menyampaikan atau mengajarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan yang mampu membawa peserta didik mewujudkan cita-citanya, baik untuk dirinya, keluarga, masyakarat dan bangsanya. 
      Peran guru dalam manajemen kelas dimulai dengan kegiatan perencanaan. Kegiatan perencanaan ini menggunakan fungsi peran guru sebagai perancang. Rancangan tersebut tertuang dalam RPP yang dibuat dan dimiliki masing-masing guru, disertai dengan pengembangan-pengembangan penerapan strategi yang dilakukan spontanitas. Kegiatan pengembangan dilakukan dengan kesesuaian materi pelajaran dan kondisi siswa. Dalam manajemen kelas seorang guru diharapkan bisa mengatasi masalah-masalah yang membuat tidak kondusifnya kondisi kelas. Untuk itu, seorang guru harus memperhatikan komponen pengelolaan kelas dalam mewujudkan kelas yang kondusif.

Menurut Padmono (2011:23), adapun peran guru dalam memanejemen kelas agar tercipta pembelajaran yang efektif sebagai berikut:
1. Peran guru dalam pengorganisasian kelas 
Organisasi kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif.
2. Peran guru dalam pengaturan tempat duduk
Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru. 
3. Alat-alat pelajaran 
Dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain: Menurut kedudukannya; alat pelajaran dibedakan atas permanen dan tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakkan di kelas secara terus menerus, misalnya: listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat pelajaran yang dapat dipindah, misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan sebagainya.
4. Peran guru dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas
Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru memiliki peran untuk mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya menjadi kelas yang indah.
5. Cahaya, Ventilasi, Akustik dan Warna
Kelas yang terlalu terang atau terlalu gelap kurang mendukung pembelajaran. Kelas harus cukup memiliki ventilasi untuk pertukaran udara sehingga anak merasa sejuk dan nyaman tinggal di kelas. Warna disamping memiliki arti juga membawa kesan terhadap orang yang melihat. Dinding sekolah atau kelas berpengaruh terhadap siswa. Pemilihan warna sering tidak melibatkan guru apalagi murid, sehingga kadang guru sendiri tidak betah tinggal di kelasnya.

E. Kode Etik Guru
1. Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.



Daftar Rujukan

Padmono,Y. 2011. Manajemen Kelas. Salatiga: Widyasari

Nanang Fattah. 2001. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Husaini, Usman. 2006. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta :Bumi Aksara.

Komentar

Posting Komentar