TUGAS KESIMPULAN KELOMPOK 2
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Komponen-komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Disusun Oleh :
Yelvi Gusli Dwi Putri
(1620196)
Prodi :
PGSD
DOSEN PEMBIMBING :
YESSI RIFMASARI, M.Pd
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP ADZKIA
PADANG
2019
RINGKASAN MATERI KELOMPOK 1
Komponen-komponen Keterampilan Manajemen Kelas
A. Pengertian Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Tujuan Keterampilan Pengelolaan Kelas :
a. Mendorong siswa mengembangkan tingkah lakunya sesuai dengan tujan pembelajaran.
b. Membantu siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuan pembelajaran.
c. Mengendalikan siswa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d. Membina hubungan yang baik antara guru dengan siswa,siswa dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif.
e. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
f. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
g. Mengembangkan kemampuan siswa semaksimal mungkin
b. Membantu siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuan pembelajaran.
c. Mengendalikan siswa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d. Membina hubungan yang baik antara guru dengan siswa,siswa dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif.
e. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
f. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
g. Mengembangkan kemampuan siswa semaksimal mungkin
B. Macam-macam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas ini pada umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif ) dan keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
a. Keterampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, yaitu :
1) Singkap Tanggap, dapat dilakukan dengan cara :
a. Memandang secara seksama.
b. Gerak mendekati.
c. Memberi pernyataan.
d. Memberi reaksi terhadap gangguan dan kekacauan.
2) Membagi Perhatian, dapat dilakukan dengan cara :
a. Visual, guru dapat mengubah pandangannya dalam memperhatikan kegiatan pembelajaran.
b. Verbal, guru dapat memberi komentar, penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas anak didik sementara ia memimpin aktivitas anak didik.
3) Pemusatan Perhatian Kelompok, dapat dilakukan dengan cara :
a. Memberi tanda, dengan cara menciptakan atau membuat situasi tentang suatu objek sebelum diperkenalkan kepada siswa.
b. Pertanggungjawaban.
c. Pengarahan dan Petunjuk yang jelas.
d. Penghentian, guru dapat menanggulangi terhadap anak didik yang nyata-nyata melanggar dan mengganggu untuk aktif dalam kegiatan di kelas.
e. Penguatan.
f. Kelancaran.
g. Kecepatan.
b. Keterampilan yang Berhubungan dengan Pengmbangan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbilkan gangguan yang berulang-ulang meskipun guru telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
1. Modifikasi Tingkah Laku.
2. Pendekatan Pemecahan Masalah Kelompok.
3. Menemukan dan Memecahkan Tingkah Laku yang Menimbulkan Masalah.
C. Permasalahan dalam keterampilan Manajemen Kelas
Menurut lalu Muhammad Azhar (1993:90) Ada dua jenis masalah pengelolaan kelas yakni yang bersifat perorangan dan yang bersifat kelompok.
1. Masalah Perorangan
Jika seorang (individu) gagal mengembangkan rasa memiliki dan rasa harga dirinya maka ia akan bertingkah laku menyimpang. Penyimpangan yang biasanya terjadi di kelas ada 4 macam yakni mencari kekuasaan, menuntut balas, menarik perhatian dan memperlihatkan ketidakmampuan. Teknik sederhana untuk mengenali adanya masalah-masalah perorangan adalah sebagai berikut.
a. Jika Guru merasa terganggu atau bosan dengan tingkah laku seseorang siswa, pertanda siswa tersebut mengalami masalah ‘mencari perhatian.
b. Jika guru merasa terancam atau merasa dikalahkan, merupakan pertanda bahwa siswa yang bersangkutan mengalami masalah 'mencari kekuasaan.
c. Jika guru merasa disakiti (bahkan amat disakiti), merupakan pertanda bahwa siswa yang bersangkutan mengalami masalah ‘menuntut balas'.
d. Jika guru merasa telah 'tidak mampu menolong lagi,' pertanda bahwa siswa yang bersangkutan mengalami masalah "ketidakmampuan".
2. Masalah Kelompok.
Ada 7 masalah kelompok dalam hubungannya dengan pengelolaan kelas, yakni:
a. Kekurang kompakan; yang ditandai dengan adanya konflik antara anggota kelompok.
b. Kekurang mampuan mengikuti aturan kelompok
c. Reaksi negatif terhadap sesama anggota kelompok; ditandai dengan reaksi/ekspresi kasar terhadap anggota yang tidak diterima
d. Penerimaan kelas (kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang terjadi apabila kelompok itu mendorong/mendukung timbulnya hal-hal yang menyimpang dari norma sosial pada umumnya.
e. Ketergangguan kelompok/anggota kelompok atas kegiatannya hanya karena hal-hal kecil yang sebenarnya tidak berarti, lalu berhenti melakukan kegiatannya.
f. Ketiadaan semangat, tidak mau bekerja, tingkah laku agresisif atau protes, baik hal ini secara terbuka ataupun terselubung.
Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan: yang terjadi apabila kelompok bereaksi tidak wajar apabila terjadi perubahan baru (misalnya pergantian anggota kelompok, pergantian guru, dan lain-lain).
Rudolf Dreikurs dan Pearl Cassel membedakan empat kelompok masalah pengelolaan kelas individual yang didasarkan asumsi bahwa semua tingkah laku individu merupakan upaya pencapaian tujuan pemenuhan keputusan untuk diterima kelompok dan kebutuhan untuk mencapai harga diri. Bila kebutuhan-kebutuhan ini tidak lagi dapat dipenuhi melalui cara-cara yang lumrah dapat diterima masyarakat, dalam hal ini masyarakat kelas, maka individu yang bersangkutan akan berusaha mencapainya dengan cara-cara lain. Dengan perkataan lain dia akan berbuat "tidak baik". Perbuatan-perbuatan untuk mencapai tujuan dengan cara yang asosial inilah digolongkan sebagai berikut.
a. Tingkah laku yang ingin mendapatkan perhatian orang lain (attention getting behaviors). Misalnya membadut di kelas (aktif), atau dengan berbuat serba lamban sehingga perlu mendapat pertolongan ekstra (pasif)
b. Tingkah laku yang ingin menunjukkan kekuatan (power seeking behaviors). Misalnya selalu mendebat atau kehilangan kendali emosional - marah-marah, menangis (aktif), atau selalu "lupa" pada aturan-aturan penting di kelas (pasif)
c. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain (revenge seeking behaviors), misalnya menyakiti orang lain seperti mengata ngatai, memukul, menggigit, dan sebagainya (kelompok ini tampaknya kebanyakan dalam bentuk aktif/pasif),
d. Peragaan ketidakmampuan, yaitu dalam bentuk sama sekali menolak untuk mencoba melakukan apa pun karena yakin bahwa hanya kegagalanlah yang menjadi bagiannya.
Daftar Pustaka
Syaefudin, Udin. 2009. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.
Mudasir. 2011. Manajemen Kelas. Pekanbaru: Zanafa Publishing.
Jelaskan kembali kk, komponen2 manajemen kelas, trmksh
BalasHapusTerimakasih. Semoga bermanfaat
BalasHapus