TUGAS MANAJEMEN KELAS DI SD


    




Disusun Oleh :
Yelvi Gusli Dwi Putri
1620196




Dosen Pembimbing :
  Yessi Rifmasari,M.Pd





PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ADZKIA PADANG
2019


A. Belajar dan Mengajar
1. Belajar 
Menurut lindgren belajar adalah sebagai proses perubahan tingkah laku yang relative permanen dan perubahan tersebut disebabkan adanya interaksi individu yang bersangkutan dengan lingkungannya.
Selanjutnya Gagne dan Briggs (2008) menjelaskan belajar adalah hasil pasangan stimulus dan respon yang kemudian diadakan penguatan kembali (reinforcement) yang terus menerus. Reinforcement ini dimaksudkan untuk menguatkan tingkah laku yang diinternalisasikan dalam proses belajar. 
Proses belajar setiap orang akan menghasilkan hasil belajar yang berbeda-beda untuk itu perlunya reinforcement yang terus menerus hingga mengalami perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik.

Jadi, belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disadari. Perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang setelah seseorang melakukan aktivitas tertentu. Dalam  proses belajar, terdapat interaksi dengan lingkungannya. Belajar juga merupakan usaha aktif seseorang yang dilakukan secara sadar atau tidak untuk mengubah perilakunya yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap.

2. Mengajar
Menurut Gagne dalam Sanjaya (2007) mengajar atau “teaching” merupakan bagian dari pembelajaran (instruction), dimana peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalam mempelajari sesuatu.
Jadi, mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar.

B. Prinsip Belajar dan Mengajar 
Prinsip belajar yang dikemukakan Robert Gagne yaitu belajar yang dipengaruhi oleh pertumbuhan dan lingkungan, namun yang paling besar pengaruhnya adalah lingkungan individu seseoarang.

Prinsip-prinsip pembelajaran dalam buku sugandi, dkk (2000:27) antara lain :

1. Kesiapan belajar

2. Perhatian
Adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu objek.

3. Motivasi
Adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan.

4. Keaktifan siswa

5. Mengalami sendiri
Siswa yang belajar dengan melakukan sendiri, akan memberikan hasil belajar yang lebih cepat dan pemahaman yang lebih mendalam.

6. Pengulangan
Untuk mempelajari materi sampai pada taraf akhir, siswa perlu membaca, berfikir, mengingat dan latihan.

7. Materi pelajaran yang menantang

8. Balikan dan penguatan

9. Perbedaan individual

C. Keterampilan-keterampilan Mengajar.
Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar,yaitu:
 1) Menguasai materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (what to teach)
 2) Menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya (how to teach)

Keterampilan dasar mengajar termasuk kedalam aspek no 2 yaitu cara membelajarkan siswa. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar, karena dengan keterampilan dasar mengajar memberikan pengertian lebih dalam mengajar.Mengajar bukan hanya sekedar proses menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai-nilai. Keterampilan Menjelaskan, Keterampilan Bertanya, Keterampilan Menggunakan Variasi Keterampilan Memberi Penguatan Stimulus, Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran. Ini sangat berkaitan dengan manajemen kelas khususnya di sd karena keterampilan dalam mengajar sangat dibutuhkan dalam mendorong dan memotivasi siswa jika kita mampu menguasai keterampilan mengajar yang baik dan benar sehingga kita nanti mampu mengelolah kelas yang menyenangkan.

D. Tujuan Keterampilan Mengajar
Dalam pembelajaran di sekolah dasar keterampilan mengajar sangat penting. Karena dengan adanya keterampilan mengajar seorang pendidik akan tahu apa-apa saja kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.
Tujuan keterampilan mengajar antara lain :
1. Untuk menjadi pengajar yang professional
2. Penunjang untuk keberhasilan pendidik dalam proses pembelajaran.

E. Macam-macam Keterampilan Mengajar
1. Keterampilan Bertanya
Memberi pertanyaan kepada siswa merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar, karena metode apapun yang digunakan, tujuan apapun yang ingin dicapai, maka bertanya kepada siswa merupakan hal yang tidak dapat ditinggalkan.

2. Keterampilan memberi penguatan
Dalam proses belajar mengajar, penghargaan atau pujian terhadap perbuatan yang baik dari siswa merupakan hal yang sangat diperlukan, sehingga dengan penghargaan atau pujian itu diharapkan siswa akan terus berusaha berbuat lebih baik.

3. Keterampilan mengadakan variasi
Memberi variasi dalam proses belajar mengajar merupakan hal yang penting dan harusdiperhatikan oleh guru, karena semakin banyak guru memberikan variasi dalam prose mengajar maka semakin berhasillah pengajarannya.

4. Keterampilan menjelaskan
Kegiatan menjelaskan dalam proses belajar mengajar merupakan kegiatan yang mutlak dilakukan oleh guru, karena apapun yang disampaikan kegiatan menjelaskan selalu harus dilaksanakan oleh guru.

5. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
Membuka pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dialukan oleh guru dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan suasanayang menjadikan siswa siap mental dan menimbulkan perhatian siswa terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari sehingga usaha itu akan dapat berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar.
Menutup pelajaran adalah kegiatan guru untuk mengakhiri proses belajar mengajar.

6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
Adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok dalam interaksi tatap muka yang informal dalam berbagai pengalaman.
Keterampilan mengelola kelas
Dalam proses belajar mengajar didalam kelas perlu sekali adanya penciptaan lingkungan yang memungkinkan anak dapat belajar dengan tenang tanpa ada gangguan , sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.

7. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
Secara fisik yang menandai bentuk penagajaran ini adalah jumlah siswa yang dihadapi oleh guru berkisar antara 3-8  orang untuk kelompok kecil, dan seorang perseorang.










Daftar Rujukan

Gagne,R.M., Briggs,L.,J., & Wager, w.w. (1992). Principle of instructional design.       Orlando:holt, rinehart,and winston.

Gagne, Briggs J. 2008. Principles of Instructional Design, Second Edition, (New York: Holt Rinehart and Winston.

Suwarna et. all. 2006, Pengajaran Mikro (Yogyakarta: Tiara Wacana,)

Komentar

  1. Menurut saudara apa kesulitan yg ditemukan guru saat menggunakan keterampilan membuka pelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, sebenarnya tidak ada kesulitan bagi guru dalam menggunakan keterampilan membuka pembelajaran, hanya saja pada saat membuka pembelajaran guru memiliki tantangan tersendiri yaitu guru harus memberikan pengantar atau pengarahan mengenai materi yang akan diajarkan sehingga siswa siap mental dan tertarik untuk mengikutinya.

      Hapus
  2. Secara metoda dlm proses pngajaran sudah sangat complate dan bagus..
    Tp bagaimanakah bila dlm proses pngajaran pada murid SD yg siswa tau siswi itu tdk dpt d terapkan scra mudah metoda yang sodari smpaikan seperti contoh ny, murid trsebut jrg memperhatikan guru dlm pembelajaran terutama yg duduk ny d belakang krna kenakalan dan sifat yg msh anak anak sulit untk d atur.
    Bagaimanakah metoda anda dlm mengajar trhdp kasus sperti ini agar konsentrasi murid yg lain tdk trpecah dlm materi yg telah anda smpaikan dan kekondusifan dlm proses blajar mengajar.?
    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk kasus siswa yg jarang memperhatikan guru dalam pembelajaran terutama yg duduk dibelakang karena kenakalan dan sifat yg masih anak-anak sulit untuk diatur yaitu dg mengubah/mengganti tempat duduk siswa tersebut menjadi didepan, karena jika siswa tersebut duduk didepan maka ia akan lebih memperhatikan gurunya dalam menyampaikan pelajaran.
      Dan untuk masalah kenakalan dan sifat yang masih anak-anak tersebut bukanlah alasan bahwa siswa tersebut tidak bisa diatur. Justru karena mereka masih anak-anak, seorang pendidik bisa lebih mengontrol dan mengubah siswa tersebut menjadi lebih baik.
      Karena seperti yang sudah saya jelaskan diatas, dari pengertian belajar tersebut yaitu mengubah tingkah laku. Jadi, dengan belajar maka siswa-siswa tersebut akan mengalami perubahan tingkah laku yang awalnya tidak baik menjadi baik.

      Hapus
  3. Menurut saudara apa saja tujuan dari proses belajar dan mengajar

    BalasHapus
  4. Knpa guru wajib memiliki keterampilan mengajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena keterampilan mengajar tersebut sangat berpengaruh pada keberhasilan proses belajar siswa.

      Hapus
  5. Kenapa guru itu penting bagi peserta didik??

    BalasHapus
  6. Bagaimana cara yang dilakukan guru dalam membuka pelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaitu dengan memberikan pengantar atau pengarahan mengenai materi yg akan diajarkan kepada siswa sehingga siswa siap mental dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran.

      Hapus
  7. Tlong jelas kan apa2 saja yng dapat mempengaruhi proses dlm pembelajaran.?

    BalasHapus
  8. Coba saudari jelaskan hal apa yang harus digunakan saat menggunakan keterampilan bertanya

    BalasHapus
  9. Jelaskan tujuan keterampilan membuka dan menutup pelajaran bagi siswa?

    BalasHapus
  10. Min mau nanya nih, kenapa sih guru harus terampil dalam membuka dan menutup pelajaran?

    BalasHapus
  11. Bagaimana cara meningkatkan ktrmpilan mngjr?

    BalasHapus
  12. Apa yang harus dilakukan guru agar meningkatkan keterampilan mengajar bagi siswanya ?

    BalasHapus

Posting Komentar